Sobat Reseller, sudah tahu apa bedanya reseller dan affiliate? Kenapa modal bisnis ini populer di era digital? Atau mana yang lebih cocok untuk pemula?
Reseller merupakan proses bisnis yang menggunakan produk atau jasa orang lain dengan syarat, Sobat harus membeli, memiliki produk, atau jasa orang lain yang akan dipasarkan.
Komisi yang didapatkan umumnya berkisar antara 30% sampai 80%. Berbeda dengan affiliate, sebuah jasa yang menjual produk tanpa syarat apapun.
Sobat hanya akan diminta untuk mendaftar sebagai member, tanpa membeli atau memiliki produk yang ditawarkan. Nah, kalau penjualan produk ini berhasil komisinya bisa berkisar antara 15% sampai 50%.
Adapun beberapa alasan yang membuat model bisnis ini populer, yaitu karena modal awal yang rendah, operasional yang dilakukan dengan mudah dan fleksibel, serta minim risiko.
Sebagai pemula sebenarnya, affiliate atau reseller, keduanya cocok asalkan semuanya sudah memiliki modal, waktu, dan strategi yang sesuai. Kenapa begitu, ya?
Yasudah, tanpa berlama-lama lagi, ayo langsung saja kita bahas selengkapnya di artikel ini!
Perbedaan Reseller dan Affiliate dalam 5 Aspek Utama
1. Cara Kerja
Salah satu perbedaan paling mendasar antara reseller dan affiliate terletak pada cara kerja.
Sebagai reseller, Sobat perlu membeli produk terlebih dahulu, menyimpan stok, lalu menjualnya kembali dengan harga yang bisa ditentukan sendiri. Artinya, kamu memiliki kontrol penuh atas harga jual dan keuntungan yang didapat.
Berbeda dengan reseller, affiliate tidak perlu menyimpan stok produk sama sekali. Tugas Sobat hanya membagikan link produk di media sosial, blog, atau platform lain.
Jika ada yang membeli melalui link tersebut, kamu akan mendapatkan komisi tanpa perlu repot mengurus pesanan dan pengiriman.
2. Modal yang Dibutuhkan
Lalu, bagaimana dengan modal yang dibutuhkan? Sebagai reseller, Sobat perlu mengeluarkan modal di awal untuk membeli stok produk.
Biasanya, semakin besar modal yang dikeluarkan, semakin besar juga peluang mendapatkan keuntungan karena bisa membeli produk dalam jumlah lebih banyak dengan harga grosir.
Di sisi lain, jika kamu lebih suka memulai bisnis tanpa modal sama sekali, maka affiliate bisa jadi pilihan yang tepat. Tidak perlu belanja produk dulu, hanya perlu fokus pada pemasaran dan membagikan link ke calon pembeli.
3. Keuntungan yang Didapat
Nah, ngomongin soal keuntungan, reseller mendapatkan profit dari selisih harga beli dan harga jual. Artinya, semakin pintar Sobat Reseller dalam menentukan harga dan strategi pemasaran, semakin besar keuntungan yang bisa didapat.
Sementara itu, affiliate mendapatkan keuntungan dalam bentuk komisi dari setiap penjualan yang terjadi melalui link referensi. Besarnya komisi ini tergantung pada kebijakan pemilik produk atau platform yang menyediakan program afiliasi.
4. Tanggung Jawab Terhadap Pelanggan
Tapi, ada satu hal yang sering jadi pertimbangan bagi Sobat Reseller saat memilih antara reseller atau affiliate, yaitu tanggung jawab terhadap pelanggan.
Sebagai reseller, kamu harus mengurus semua aspek bisnis, mulai dari stok barang, pemrosesan pesanan, hingga pengiriman. Ini berarti Sobat juga harus siap menghadapi pertanyaan atau komplain dari pelanggan jika ada kendala pada produk atau pengiriman.
Sedangkan untuk affiliate, kamu tidak perlu menangani urusan layanan pelanggan sama sekali. Semua proses pembelian, pengiriman, hingga after-sales service akan ditangani langsung oleh pemilik produk atau platform.
Sobat hanya perlu fokus mempromosikan produk dan menunggu komisi masuk dari setiap transaksi yang berhasil.
5. Mana yang Lebih Fleksibel?
Kalau kamu mencari fleksibilitas dalam menjalankan bisnis, affiliate memang lebih santai karena tidak perlu mengurus stok barang atau transaksi.
Tapi, kalau Sobat Reseller ingin memiliki kontrol penuh atas bisnis sendiri, menentukan harga jual, dan membangun relasi dengan pelanggan, maka reseller bisa jadi pilihan yang lebih menguntungkan.
Reseller vs Affiliate, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Sebenarnya dua-duanya bisa jadi menguntungkan. Keduanya ini tergantung dengan tujuan Sobat Reseller sebelum memulainya. Nah, kalau Reseller lebih cocok untuk kamu yang ingin mengelola bisnis sendiri.
Sementara Affiliate cocok untuk kamu yang mau mendapatkan penghasilan sampingan tanpa repot beli barang terlebih dahulu.
Yang menarik, di Evermos, Sobat bisa merasakan keuntungan dari kedua sistem ini! Sebagai reseller, kamu bisa menjual produk berkualitas tanpa harus memproduksi sendiri, sementara sistem komisi Evermos memungkinkan Sobat mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara yang lebih mudah.
Seru ya, jadi reseller Evermos?
Jadi Reseller di Evermos, Lebih Gampang & Untung!
Ayo, optimalkan jualanmu dengan mengikuti program #JagoanRamadan! Apa itu #Jagoan Ramadan?
Program #JagoanRamadan adalah program khusus bagi reseller yang ingin memaksimalkan penjualan di bulan suci. Beberapa keunggulan produk ini, yaitu akses ke produk-produk khusus Ramadan dengan harga yang lebih menguntungkan, konten pemasaran tematik Ramadan, dan bonus komisi tambahan untuk produk-produk pilihan.
Selain itu, Sobat juga bisa mendapatkan prioritas dalam pengiriman produk sehingga pesanan pelanggan bisa sampai lebih cepat. Jadi, tunggu apalagi?
Dengan aplikasi Evermos, bisnis reseller Sobat bisa semakin masif terjual dengan omset yang mantap! Aplikasi Evermos sendiri sudah diluncurkan sejak 2018 dan telah dipakai oleh lebih dari 500 ribu reseller aktif di seluruh Indonesia.
Bedanya aplikasi Evermos dengan aplikasi lainnya, yaitu Evermos berfokus pada produk lokal. Selain itu, Evermos juga bermitra dengan lebih dari 1.000 brand lokal tepercaya sehingga Sobat bisa menawarkan produk berkualitas kepada pelanggan.
Sobat ingin menjadi salah satu #JagoanRamadan tahun ini? Segera akses Katalog Ramadan 2025 di sini.
Yuk, unduh aplikasi Evermos sekarang di App Store dan Play Store, dan mulai perjalanan bisnis reseller dengan lebih mudah!
